HUBUNGAN ANTARA PENGAJARAN DAN EVALUASI


HUBUNGAN ANTARA PENGAJARAN DAN EVALUASI
Peran sekolah dan guru-guru yang pokok adalah menyediakan dan memberi fasilitas untuk memudahkan dan melancarkan cara belajar siswa. Guru harus dapat membangkitkan kegiatan-kegiatan yang membantu siswa meningkatkan cara dan hasil belajarnya. Namun, di samping itu kadang-kadang guru merasa bahwa evaluasi itu merupakan sesuatu yang bertentangan dengan pengajaran . Hal ini timbul karena sering kali terlihat bahwa adanya kegiatan evaluasi justru merisaukan dan menurunkan gairah belajar pada siswa. Jadi, seolaholah kegiatan evaluasi
bertentangan dengan kegiatan pengajaran. Pendapat yang demikian itu pada hakikatnya tidak benar. Memang, evaluasi yang dilakukan secara tidak benar dapat mematikan semangat siswa dalam belajar. Sebaliknya, evaluasi yang dilakukan dengan baik dan benar seharusnya dapat meningkatkan mutu dan hasil belajar karena kegiatan evaluasi itu membantu guru untuk memperbaiki cara mengajar dan membantu siswa dalam meningkatkan cara belajarnya. Bahkan dapat dikatakan bahwa evaluasi tidak dapat dilepaskan dan pengajaran. Mehrens dan Lehmann (1978: 10) mengutip suatu ungkapan yang berbunyi: “to teach without testing is unthinkable” (mengajar tanpa melakukan tes tidak masuk akal). Ungkapan ini menunjukkan betapa erat kaitan antara pengajaran dan evaluasi. Demikian pula, Parnel mengemukakan sebagai berikut: “Pengukuran adalah langkah awal dan pengajaran. Tanpa pengukuran, tidak dapat terjadi penilaian. Tanpa penilaian, tidak akan terjadi umpan balik. Tanpa umpan balik, tidak akan diperoleh pengetahuan yang baik tentang hasil. Tanpa pengetahuan tentang hasil, tidak dapat terjadi perbaikan yang sistematis dalam belajar.” Kutipan di atas makin jelas menunjukkan kepada kita bahwa evaluasi merupakan suatu komponen yang sangat erat berkaitan dengan komponen-komponen lain di dalam pengajaran. Dapat dikatakan bahwa evaluasi dan pengajaran itu saling membantu. Evaluasi haruslah membantu pengajaran dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Bagaimana hubungan yang sebaiknya antara pengajaran dan evaluasi, dikemukakan oleh Dressel sebagai berikut:
Pengajaran
1.      Pengajaran itu efektif  jika mengarah kepada perubahan yang diinginkan di dalam diri siswa.
2.      Pola-pola tingkah laku baru akan dipelajari siswa dengan baik jika ketidak cocokan penilaku yang Sekarang dimengerti dan kebermaknaan perilaku yang baru menjadi jelas karenanya.
3.      Pola-pola tingkah laku baru dapat lebih dikembangkan secara efektif oleh guru-guru yang mengetahui pola-pola tingkah laku yang ada pada individu siswa dan alasan-alasannya.
4.      Belajar ditimbulkan oleh masalah-masalah dan kegiatan-kegiatan yang menuntut pemikiran dan perbuatan dari individu siswa masing-masing
5.      Kegiatan-kegiatan yang meberi dasar bagi mengajar dan belajar tingkah laku tertentu juga kegiatan yang sangat cocok bagi pembangkitan dan penilaian terhadap cocokan tingkah laku tersebut.
Evaluasi
1.      Evaluasi itu efektif  jika dapat membuktikan sampai di mana perubahan itu terjadi di dalam diri siswa.
2.      Evaluasi sangat berguna (kondusif) bagi belajar jika Ia mendorong dan membangkitkan siswa untuk mengevaluasi diri (self-evaluation).
3.      Evaluasi itu berguna (kondusif) bagi pengajaran yang baik jika la mengemukakan tipe-tipe pokok dan tingkah laku yang tidak sesuai dan sebab-sebab yang mendukungnya.
4.      Evaluasi sangat bermakna di dalam belajar jika Ia memungkinkandan mendorong latihan atas inisiatif individu
5.      Kegiatan-kegiatan latihan-latihan yang dikembangkan untuk tujuan pengevaluasian tingkah laku tertentu juga berguna bagi mengajar dan belajar tingkah laku tertentu
Share this article :
 

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | sbrrhapsody | sbrrhapsody Template
Copyright © 2011. sbrrhapsody - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by sbrrhapsody Template
Proudly powered by Blogger